Postingan

ONCE UPON A TIME...

Graduation Day!πŸ‘©‍πŸŽ“

24 November 2022 jadi salah satu hari istimewa dalam kehidupanku. Setelah sekian lama menunggu hari wisudaku, akhirnya hari tersebut tiba juga. Masih ingat sekali momen dimana sehabis praktikum kimia di FMIPA dan berjalan melewati GSP, aku melihat sekumpulan orang memakai toga sedang berfoto di sana. Aku cukup terpukau melihat momen itu sambil berpikir "kapan ya aku wisuda?". Padahal di waktu itu aku masih baru saja masuk kuliah (maba), bisa-bisanya langsung memikirkan kapan wisuda wkwk. Begitu pula ketika fakultas dipenuhi dengan banner-banner wisuda dari setiap jurusan dan wisudawan yang lalu lalang di gazebo kampus. Masih ingat sekali,, saat itu, aku mengabadikannya lewat foto yang kuambil dari lantai 2 gedung A dan membagikannya ke instastoryku dengan caption "ngeliat orang wisuda jadi pengen cepat-cepat wisuda". Momen kekagumanku setiap melihat orang wisuda ini tidak hanya terjadi sekali, namun berkali-kali. Mungkin ini diakibatkan dari rasa stressku saat itu k...

10 OKTOBER 2022

Gambar
I want to capture one of the important moment in my life. Rasanya sayang memilih untuk aktif nulis kembali tapi melewatkan untuk menceritakan moment yang satu ini. Bagaimana tidak, moment ini menjadi salah satu moment yang ternyata (sebelumnya tidak tau) ditunggu-tunggu di dunia perkuliahan dan sepertinya menjadi the best momentnya dunia perkuliahan karena this is the end game of college world, I thinkπŸ˜†πŸ˜†  Dulu melihat kating pakai baju putih-hitam sedang berfoto ria memegang buket bunga atau melihat postingan mereka di sosial media, sempat berpikir "emang seistimewa itu, ya?" dan akhirnya aku merasakan bahwa IYA EMANG SEISTIMEWA ITU!! Hahahahaha...  Tentu ada alasannya kenapa bilang kalau sidang skripsi seistimewa itu, karena untuk berada dalam posisi tersebut sungguh-sungguh memakan banyak sekali energi dan waktu yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Bayangkan perlu menghabiskan waktu sekitar 9 bulan untuk mengerjakan penelitian dari awal sampai akhirnyya mendapatkan d...

Perihal Jodoh

Kita pasti pernah pada suatu waktu dalam hidup kita, menanyakan seperti apa jodoh kita nantinya. Entah hanya sekedar penasaran atau bahkan memang benar-benar ingin mengetahuinya. Kemudian pikiran kita tiba-tiba tertuju pada orang yang saat ini sedang di hati, lalu kembali menanyakan apakah dia nantinya yang akan disandingkan dengan kita? Atau bahkan kita tidak lagi menanyakan siapa jodoh kita nantinya karena kita meyakini bahwa orang itu adalah dia --sang pujaan hati. Lalu saat setiap malam tiba, di setiap sebelum tidur, kita menyertakan namanya dalam doa agar sekiranya Tuhan berkenan mengabulkan permintaan bahwa kita menginginkannya untuk menjadi jodoh kita nantinya. Akhir-akhir ini di sebuah sosial media yang saya punya, saya sering kali membaca perjalanan cinta seseorang. Tulisan itu sangat membuka pikiran saya mengenai jodoh. Sebut saja namanya Leo dan Yoshi. Yoshi ini sangat mengagumi seorang laki-laki yang bernama Leo. Yoshi selalu melakukan beberapa upaya agar ia dan Leo bi...

Eksistensi Manusia

Setiap dari kita pasti memimpikan untuk  dihargai oleh banyak orang. Dihargai mengartikan bahwa eksistensi kita dalam setiap partisipasi dianggap bermakna. Keinginan  kita untuk dihargai menyebabkan kita sering kali melakukan banyak hal yang di dasari untuk menarik perhatian banyak orang agar eksistensi kita nyata adanya. Kita melakukan suatu hal namun hal tersebut kita lakukan bukan atas dasar karena kita menyukainya akan tetapi kita terlalu berlebih untuk berusaha menempatkan eksistensi diri kita di tengah-tengah dunia yang saling menawarkan eksistensi dirinya masing-masing. Semakin kita melihat penawaran yang diberikan tersebut, kita semakin ingin show off kepada dunia. Padahal jika kita pikirkan secara baik-baik hal yang kita kerjakan tersebut tidak memiliki impact yang besar bagi kehidupan sendiri. Misalnya saja, setiap dari kita pasti pernah memposting sesuatu di Instagram atas dasar ingin menunjukkan eksistensi kita baik eksistensi kita ke pacar, gebetan, teman ata...

Jangan Berusaha

Aku pernah membaca sebuah buku yang membuat aku terkejut ketika membukanya untuk pertama kalinya. Bagaimana tidak, tepat di bab satu buku itu tertulis "Jangan Berusaha". Aku sempat berpikir apakah aku salah memilih buku, kok isinya begini sih? Namun, ketika aku cermati satu per satu isi dari buku tersebut akupun mulai tersadar bahwa buku ini benar. Banyak sekali hal yang aku lewati dengan berusaha dan banyak sekali diantaranya yang tidak berjalan sesuai dengan apa yang aku inginkan. Semakin aku berusaha semakin tidak ada yang aku dapatkan. Entah itu berusaha untuk lebih pintar, lebih cantik ataupun lebih dihargai. "Jangan Berusaha" disini juga berlaku untuk menunggu. Jangan pernah menunggu. Pernah ga kalian ada pada kondisi dimana kalian menunggu hari-hari yang sangat kalian nantikan? Lalu, pernah ga ternyata tiba-tiba saja kalian mendapatkan suatu kendala atau suatu keputusan yang menyebabkan hari bahagia itu gagal terjadi? Haha, itu namanya takdir. Jangan kecew...

RUMAH

Rumah bukan hanya sekedar bangunan yang berdiri tegak dengan fondasi yang kuat di atas tanah. Rumah bukan sekedar cat warna yang indah dan banyaknya pilar yang menyongsong hampir mendekati langit. Namun, rumah lebih daripada itu. Rumah bukan sesuatu yang terlihat di luar akan tetapi rumah adalah sesuatu yang kita miliki di dalamnya. Rumah bukan mengenai bangunannya namun lebih kepada makna yang kita dapat ketika berada di dalamnya sehingga ketika kamu menganggap sesuatu sebagai rumahmu, jangan pulang saat kau hanya membutuhkannya sedangkan saat kau melihat kebahagiaan lain dari dalam rumahmu kau langsung bergegas mengambil topimu untuk berkelana meninggalkan rumahmu dan mengejar kebahagiaan itu. Kemudian ketika kau gagal meraih kebahagiaan yang kau inginkan, kau mengingat rumah yang menjadi tempat yang selalu memberi ketenangan padamu. Memang rumah itu takkan  kemana-mana ia akan tetap pada tempatnya, akan tetapi keadaan rumah yang ditinggalkan terlalu lama oleh pemiliknya tidak a...

Kamu dan Kenangan

Gambar
Seusai itu senja jadi sendu Awan pun mengabu Kepergian mu menyisakan duka dalam hidupku Ku meminta rindu menyesali waktu Mengapa dahulu.. Tak kuucapkan aku mencintaimu sejuta kali sehari ... Walau masih bisa senyum Namun tak selepas dulu Kini aku kesepian... Kamu dan segala kenangan Menyatu dalam waktu yang berjalan Dan aku kini sendirian Menatap dirimu hanya bayangan Tak ada yang lebih pedih daripada kehilangan dirimu Cintaku tak mungkin beralih, sampai mati hanya cinta padamu~ --Maudy Ayunda - Kamu dan Kenangan