Perihal Jodoh
Kita pasti pernah pada suatu waktu dalam hidup kita, menanyakan seperti apa jodoh kita nantinya. Entah hanya sekedar penasaran atau bahkan memang benar-benar ingin mengetahuinya. Kemudian pikiran kita tiba-tiba tertuju pada orang yang saat ini sedang di hati, lalu kembali menanyakan apakah dia nantinya yang akan disandingkan dengan kita? Atau bahkan kita tidak lagi menanyakan siapa jodoh kita nantinya karena kita meyakini bahwa orang itu adalah dia --sang pujaan hati. Lalu saat setiap malam tiba, di setiap sebelum tidur, kita menyertakan namanya dalam doa agar sekiranya Tuhan berkenan mengabulkan permintaan bahwa kita menginginkannya untuk menjadi jodoh kita nantinya.
Akhir-akhir ini di sebuah sosial media yang saya punya, saya sering kali membaca perjalanan cinta seseorang. Tulisan itu sangat membuka pikiran saya mengenai jodoh. Sebut saja namanya Leo dan Yoshi. Yoshi ini sangat mengagumi seorang laki-laki yang bernama Leo. Yoshi selalu melakukan beberapa upaya agar ia dan Leo bisa dekat. Ternyata selain mengagumi Leo, Yoshi juga sangat berharap Leo akan menjadi jodohnya kelak. Ia selalu menyertakan nama Leo dalam setiap doanya kepada Tuhan. Yoshi tidak pernah menggubris bahwa Leo sedang dekat dengan perempuan lain, toh menurut Yoshi ia yang akan berjodoh dengan Leo nantinya. Tahun demi tahun berlalu perasaan Yoshi pada Leo tidak berubah padahal bisa dikatakan banyak laki-laki lain yang ingin mendekati Yoshi. Hingga pada suatu hari Yoshi mendapatkan kabar bahwa Leo akan dijodohkan oleh orang tuanya kepada seorang perempuan. Tentu saja, Yoshi merasa kecewa dan sangat sedih mendengar hal tersebut. Yoshi kemudian memutuskan untuk menyatakan perasaannya pada Leo sebagai perjuangan terakhirnya pada Leo. Seakan tidak memperdulikan perasaan Yoshi, Leo hanya menjawab ala kadarnya saja. Yoshi akhirnya menyesal karena sudah menghabiskan banyak waktunya untuk orang yang salah.
Semua di antara kita pasti pernah menyukai seseorang ataupun pernah berpacaran dengan seseorang. Rasanya pasti bahagia sehingga kadang kita lupa kita terlalu menaruh harapan pada orang yang kita cintai tersebut. Pastinya saat kita mengikat hubungan dengan seseorang, kita punya harapan agar dia bisa menjadi jodoh kita nantinya sehingga tanpa sadar pikiran itu terukir dalam benak kita setiap harinya selama berpacaran dengannya. Sampai-sampai kita lupa bahwa perihal jodoh telah ada yang mengaturnya sedemikian manisnya. Kita tidak bisa berharap pada seorang pun karena perasaan itu sejatinya mudah sekali untuk berubah. Bisa saja memang hari ini dia sangat menyukaimu tapi kita tidak tau bagaimana sebulan yang akan datang. Di dunia ini banyak sekali orang lain yang akan ia temui. Setiap dari kita tidak akan pernah tau dan tidak akan pernah bisa memastikan bahwa hatinya akan selalu tertuju padamu.
Sebab itu, saat kita menyukai seseorang, cintailah ia dengan sederhana agar saat ia bukan ditakdirkan untuk kita, melupakannya pun bisa dengan cara yang sederhana.
--poemsinureyes
Semua di antara kita pasti pernah menyukai seseorang ataupun pernah berpacaran dengan seseorang. Rasanya pasti bahagia sehingga kadang kita lupa kita terlalu menaruh harapan pada orang yang kita cintai tersebut. Pastinya saat kita mengikat hubungan dengan seseorang, kita punya harapan agar dia bisa menjadi jodoh kita nantinya sehingga tanpa sadar pikiran itu terukir dalam benak kita setiap harinya selama berpacaran dengannya. Sampai-sampai kita lupa bahwa perihal jodoh telah ada yang mengaturnya sedemikian manisnya. Kita tidak bisa berharap pada seorang pun karena perasaan itu sejatinya mudah sekali untuk berubah. Bisa saja memang hari ini dia sangat menyukaimu tapi kita tidak tau bagaimana sebulan yang akan datang. Di dunia ini banyak sekali orang lain yang akan ia temui. Setiap dari kita tidak akan pernah tau dan tidak akan pernah bisa memastikan bahwa hatinya akan selalu tertuju padamu.
Sebab itu, saat kita menyukai seseorang, cintailah ia dengan sederhana agar saat ia bukan ditakdirkan untuk kita, melupakannya pun bisa dengan cara yang sederhana.
--poemsinureyes
Komentar
Posting Komentar